Agentic AI vs Generative AI: Revolusi Baru dalam Alur Kerja Rekrutmen
Mahada Panji
5 Januari 2026
7 menit baca
Agentic AI vs Generative AI: Revolusi Baru dalam Alur Kerja Rekrutmen
HR Manager di tahun 2023 mungkin sudah terkesima saat ChatGPT bisa membuatkan draf Lowongan Kerja dalam 5 detik. Namun, di tahun 2026, ekspektasi tersebut sudah dianggap "kuno". Tantangan HR hari ini bukan lagi cara menulis deskripsi pekerjaan, tapi bagaimana menangani 2.000 pelamar yang masuk, menyaring mereka secara objektif, menjadwalkan wawancara tanpa bolak-balik email, hingga memberikan laporan analisis mendalam—semuanya tanpa campur tangan manusia yang konstan.
Inilah masa transisi dari AI yang "Berbicara" (Generative) menuju AI yang "Bertindak" (Agentic).
Apa Itu Agentic AI dalam Rekrutmen?
Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan yang memiliki otonomi untuk merencanakan tugas, menggunakan alat (tools), dan mengambil keputusan demi mencapai tujuan akhir tanpa instruksi langkah-demi-langkah dari pengguna. Berbeda dengan chatbot biasa, Agentic AI bisa "berpikir" urutan kerja mana yang paling efisien.
Contoh: Jika Anda memberikan instruksi "Cari kandidat Fullstack terbaik dari batch ini dan jadwalkan interview", Agentic AI akan (1) Membedah CV, (2) Memverifikasi skill via GitHub, (3) Mengecek kalender Anda, dan (4) Mengirimkan undangan meeting secara mandiri.
Perbedaan Fundamental: Generative vs Agentic
Generative AI berfokus pada pembuatan konten baru berdasarkan pola data, sedangkan Agentic AI berfokus pada eksekusi alur kerja dan pencapaian tujuan (goal-oriented execution). Dalam konteks rekrutmen, Generative AI adalah "Penulis" Anda, sedangkan Agentic AI adalah "Asisten Operasional" Anda.
✅ Agentic AI (Goal-Driven)
User: "Selesaikan proses screening untuk 100 kandidat ini."
AI: Menjalankan parsing, scoring, ranking, dan mengirim email penolakan/penerimaan secara otomatis.
❌ Generative AI (Task-Driven)
User: "Tuliskan email penolakan untuk kandidat A."
AI: Menuliskan draf email, lalu menunggu user untuk menyalin dan mengirimnya secara manual.
Matriks Perbandingan Efisiensi Operasional
Fitur
Generative AI (Tradisional)
Agentic AI (Masa Depan 2026)
Output Utama
Teks, Gambar, Kode
Eksekusi Alur Kerja (Workflow)
Interaksi
Tanya-Jawab (Prompt)
Set Goal & Monitor
Integrasi
Terbatas (Stand-alone)
Terhubung ke Kalender, Email, ATS
Pengambilan Keputusan
Tidak Ada
Berdasarkan Logika & Skor
Hemat Waktu HR
20% - 30%
70% - 90%
Mengapa HR 2026 Membutuhkan Agentic AI?
Volume pelamar yang masif dan kebutuhan akan rekrutmen yang sangat cepat membuat keterlibatan manusia di setiap langkah kecil menjadi hambatan utama (bottleneck). Agentic AI menghilangkan hambatan ini dengan bekerja 24/7 di balik layar.
Bagi perusahaan startup yang sedang scaling cepat atau korporasi dengan ribuan pelamar harian, Agentic AI bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan syarat untuk bertahan di pasar talenta yang kompetitif.
Peran TalentScreenr dalam Revolusi Agentic
TalentScreenr bukan sekadar ATS biasa; kami membangun pondasi Agentic AI yang memungkinkan "Reasoning" atau penalaran di tingkat draf rekrutmen. AI kami tidak hanya mengekstrak kata kunci, tapi memahami alasan mengapa satu kandidat lebih unggul dibanding yang lain.
Dengan kekuatan Agentic AI di TalentScreenr:
Analisis Berbasis Nalar: AI menjelaskan logika di balik pemberian skor 85/100.
Automasi Sesi Skrining: Begitu file diunggah, sistem langsung melakukan klasifikasi tanpa perlu satu klik tambahan.
Penyaringan Tanpa Bias: AI secara otonom menjalankan kriteria yang Anda tetapkan secara konsisten untuk setiap file.
Kesimpulan: Dari Tool Menjadi Partner
Kita sedang berpindah dari era di mana AI adalah alat yang harus "disuapi", menuju era di mana AI adalah partner yang bisa dipercaya untuk menangani operasional rutin. HR kini bisa fokus pada apa yang benar-benar penting: Membangun budaya perusahaan dan koneksi manusia.
Ingin merasakan kekuatan Agentic AI yang sebenarnya? Mulai gunakan TalentScreenr dan ubah alur kerja rekrutmen Anda dari manual menjadi otomatis secara cerdas.